Renungan Kristen Guru Guru

Renungan Harian Kristen untuk Guru Guru Sekolah Minggu

Bersamakristus.org – Renungan Kristen guru guru terbaik dan terbaru. Guru merupakan sosok yang patut dicontoh serta memiliki jasa yang digantikan dengan apapun. Kesabaran dan sikap teliti mereka dalam menyalurkan materi pelajaran menjadi milik karakteristik seorang guru.

Istilah guru tidak hanya terbatas pada kegiatan di sekolah dasar atau menengah sajal. Saat beranjak kuliah, istilah guru juga meliputi mereka yang mengajari kita di ruang kuliah, organisasi, event berhadiah,

Selain itu, guru juga bisa disebut pada sosok yang menajari anak-anak di sekolah Minggu. Dia dapat disebut dengan doa mengajari anak sekolah Minggu, guru les, guru privat, dan pihak-pihak yang memberikan ilmu kepada kita.

Sebagai seorang yang percaya, tentunya kita diharuskan untuk menghormati sosok guru di mana pund an kapan pun, terlebih karena jasanya yang begitu besar. Kita pun tidak boleh melukainya ataupun menyakiti hatinya.

Kembali perlu diperhatikan, seluruh renungan yang akan kami tulis di sini merupakan hasil rangkuman dari berbagai sumber dan termasuk dari ayat emas Alkitab atau firman Tuhan perjanjian lama dan baru. Silahkan simak uraiannya di bawah ini.

Renungan Harian Kristen Tentang Guru Guru

Tanpa basa basi kembali, mari silahkan simak pembahasan mengenai kumpulan renungan harian rohani Kristen untuk para guru yang menginspiasi, memotivasi, menyentuh hati, terbaru, dan terbaik.

1. Tuhan Yesus Guru Agung Kita

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” Yohanes 13:13.

Di kalangan orang awam, sebutan Yesus sebagai guru mungkin kurang familiar di telinga. Sebab, umunya Yesus disebut sebagai Tuhan, Juruselamat, ataupun Penebus Dosa. Kata guru sendiri memiliki kaitan dengna murid dan ajaran. Di harapan murid-Nya, Tuhan Yesus bernah berkata.

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (ayat nas).

Sedangkan menurut Wikipedia Indonesia, guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak mulai dari usia dini hingga menengah. Untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yaitu kuliah, guru lebih sering disebut dengan istilah dosen.

Lantas, mengapa Tuhan Yesus disebut dengan Guru Agung? Hal ini tidak terlepas dari peranannya dalam mengajar orang-orang di mana pun berada, tidak terbatas ruang dan waktu. Entah itu di tepi laut, bukit, di atas perahu, di dekat sumur, di rumah, maupun saat berada dalam perjalanan. Ajaran Tuhan Yesus bersifat Alkitabiah, artinya semua yang Tuhan ajarkan berasal dari Kitab Suci.

“…firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; …” (Ibrani 4:12a).

Lalu, dari mana Tuhan Yesus mendapat hikmat untuk mengajar? Jawabannya adalah dari Bapa di Sorga.

Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,” (Yohanes 14:10).

Karena itu, Tuhan Yesus menjadi orang yang paling berhikmat yang pernah hidup di muka bumi. Selain mengajar, membimbing, dan melatih murid-murid-Nya, Tuhan juga memberikan teladan hidup yang sangat bermakna. Dengan kata lain, Tuhan Yesus mempraktekkan apa yang Ia ajarkan.

“sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:15).

Sebagai pengikut-Nya, kita pun wajib meneladani kehidupan Tuhan Yesus. Lalu, sebagai Guru Agung, Tuhan Yesus bukan hanya sekedar mengajarkan tentang Kerajaan Allah dan kebenaran, melainkan Dia juga memberi teladan hidup dalam kebenaran kepada umat-Nya.

2. Hati Hati dengan Pengajaran Palsu

“Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” 2 Petrus 2:1.

Kita tidak perlu terkejut dengan munculnya guru-guru atau nabi palsu pada zaman sekarang, sebab firman Tuhan telah lebih dahulu memperingatkan. Namun mengapa banyak orang Kristen yang sudah tahu firman Tuhan, masih saja gampang diperdaya oleh ajaran palsu?

Hal ini mungkin bisa terjadi karena mereka memiliki pengetahuan firman Tuhan hanya sebatas akal atau pikirannya, tidak sampai berakar mendalam di hati dan rohnya. Itulah mengapa mereka menjadi ragu dan bahkan tidak sepenuhnya percaya akan kebenaran firman tuhan.

Jika kita mempunyai keyakinan yang seimbang antara pikiran dan hati, tentu kita tidak akan sembarangan menerima ajaran di luar Injil. Rasul Paulus juga pernah menegur jemaat di Galatia.

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.” (Galatia 1:6-9).

Teguran Paulus kepada jemaat Galatia ini juga berlaku untuk semua orang percaya yang hidup di zaman yang semakin jahat. Jadi, setiap kali mendengar pengajaran, jangan langsung ditelan begitu saja. Periksa dan teliti lebih dahulu apakah ajaran itu sudah sesuai dengan Injil Kristus atau belum. Jangan juga hanya memperhatikan jika si pengkhotbah adalah orang terkenal, namun perhatikan apakah ajarannay sesuai dengan Injil yang kita percayai atau tidak.

“…ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah;” Yohanes 4:1a.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan dari renungan rohani kristen untuk guru guru. Semoga dengan adanya renungan harian singkat ini, mampu membuat kita semakin peduli terhadap guru dan menghormati jasanya yang sangat besar. Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar