Syarat Pernikahan Kristen di Bali

Ketentuan Menikah Umat Kristiani di Bali

Bersamakristus.org – Syarat pernikahan Kristen di Bali. Seperti yang kita ketahui, mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu. Bahkan banyak kebudayaan di sana juga didasarkan pada agama tersebut.

Rumah-rumah mereka juga banyak terdapat sesajen, ada kalanya tarian-tarian di sana juga menganut dasar dari agama Hindu. Sehingga, mungkin banyak yang berpikir akan sulit mengadakan sebuah acara dengan tradisi yang berbeda.

Seperti pernikahan dalam agama Kristen, adakah syarat dan ketentuan khusus yang harus dilakukan di Bali? Mungkin orang-orang bertanya, namun karena Bali adalah tempat yang sangat indah untuk menikah, banyak orang yang memilih di sana.

Kita ketahui bersama, Bali merupakan salah satu pulau tercantik di dunia, tidak hanya di Indonesia. Ada banyak pantai indah, alam yang megah dan menawan, serta suasana yang sangat syahdu membuat acara nikahan dan kawinan di sana akan semakin berkesan.

Bagi yang ingin menikah di Bali, alangkah baiknya simak terlebih dahulu syarat pernikahan umat Kristen di Bali. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Syarat-syarat Pernikahan Kristen di Bali

Tanpa banyak basa basi kembali, langsung saja silahkan simak ulasan lengkap mengenai syarat pernikahan umat Kristiani di Bali. Silahkan simak pembahasannya di bawah ini.

Pulau Dewata Bali sebagai surga dunia, disamping rekreasi dan relaksasi, Pulau Bali termasuk menawarkan banyak wilayah indah, eksotis dan romantis bagi mereka pasangan yang saling mencintai untuk melangsungkan pernikahan yang tidak sama dan unik di pulau Bali.

Menurut hukum No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia Ayat 2 (1): “perkawinan adalah sah apabila telah dilakukan sesuai dengan hukum agama masing-masing pihak yang bersangkutan.”

Umumnya, tiap-tiap pasangan yang idamkan menikah di Indonesia mereka pemeluk berasal dari salah satu berasal dari lima agama yang dianggap oleh Indonesia (Islam, Katolik, Budha, Hindu dan Protestan) Pernikahan menurut hukum di Indonesia yang dijalankan oleh CatatanSipil atau oleh Kantor Urusan Agama (Direktorat Urusan Agama Islam).

Kami mempermudah Anda untuk melangsungkan pernikahan spektakuler yang hebat dimana Kami sanggup merancang tiap-tiap bagian berasal dari pernikahan Anda cocok bersama dengan jenis teristimewa Anda, tema maupun kapasitas yang kamu miliki.

Tim kita sanggup menanggulangi bagian tersulit yang membawa efek kamu jadi bingung dan stres dan sanggup mengelola seluruh rangkaian baik persiapan, wilayah ataupun venue, hiburan, gaun pengantin, kue dan lain lain, sehingga membawa efek Anda bersama dengan pasangan terhadap selagi upacara hanya wajib mengatakan “ya saya lakukan” terhadap ssat hari upacara pernikahan suci kamu di Bali

Bagi non Islam diwajibkan untuk melengkapi surat untuk kantor catatan sipil “surat pemberitahuan untuk menikah” di tempat mana mereka berasal yang idamkan mengadakan upacara perkawinan di Bali.

Sebelum adanya pergantian undang undang nomor 23 th. 2006 bahwa pernikahan di catatankan cocok bersama dengan asas kejadian,yang artinya dimana perihal itu berlangsung dan sanggup di catatan di tempat terjadinya momen pernikahan.Pada pergantian undang undang kependudukan nomor berikut di atas maka pencatan pernikahan sanggup di lakukan dimana perihal tercatat sebagai masyarakat atau di sebut bersama dengan asas domisili.

Bagi pasangan beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha, sesudah lakukan upacara Agama yang di lakukan oleh pemimpin Agama dan sesudah itu dilanjukan oleh Dinas Catatan Sipil, sesudah itu tiap-tiap pasangan sanggup terima sertifat pernikahan yang dinamakan Akte Pernikahan yang dikeluarkan oleh negara.

Bagi non Islam diwajibkan untuk melengkapi surat untuk kantor catatan sipil “surat pemberitahuan untuk menikah” di tempat mana mereka berasal yang idamkan mengadakan upacara perkawinan / wedding di Bali.

  • Persyaratan umum untuk pengurusan pernikahan di Catatan Sipil seluruh Indonesia dan Bali terhadap lebih-lebih bersama dengan melengkapi:
  • Foto copy akte pernikahan yang ditandatangani oleh pemuka agama yang bersangkutan.
  • Janda/ Duda wajib sertakan sertifikat perceraian atau Surat info bahwa pasangan terhadap awalnya sudah meninggal dunia.
  • Surat info belum dulu menikah atau Letter of No Impediment berasal dari lembaga yang berkenaan atau berasal dari kelurahan (Bagi WNI) atau berasal dari kedutaan (bagi warga negara asing) yang menerangkan bahwa tidak tersedia orang yang keberatan atas dilangsungkannya pernikahan.
  • Foto copy akte kelahiran.
  • Foto copy KTP (bagi WNI) dan foto copy passport (bagi Warga negara asing).
  • Surat pernyataan berasal dari ke dua belah pihak bahwa pernikahan dilangsungkan atas dasar senang mirip suka.
  • 10 lembar Pas photo ukuran 4cm x 6cm pasangan yang berdampingan.

Akhir Kata

Demikian ulasan lengkap mengenai syarat dan ketentuan pernikahan kristen di bali. Mudah-mudahan apa yang kami bagikan ini bisa bermanfaat untuk Anda yang ingin mengetahui syarat dan ketentuan untuk bisa menikah di Pulau Dewata.

Baca:

Tinggalkan komentar