Syarat Menerima Sakramen Ekaristi

Ketentuan Penerimaan Sakramen Ekaristi

Bersamakristus.org – Syarat menerima sakramen ekaristi. Pelaksanaan sakramen ekaristi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Melainkan harus dipersiapkan matang termasuk syarat-syaratnya.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi seseorang bila ingin menerima sakramen ekaristi. Tentu saja bukan cuma doa pemberian sakramen ekaristi saja yang perlu diketahui.

Sakramen ekaristi dalam gereja Katolik merupakan perayaan misa, liturgi ekaristis. Istilah ini juga digunakan untuk menyebut roti dan anggur setelah ditransubstansiasikan.

Apa saja syarat penerimaan sakramen ekaristi yang wajib diketahui umat Katolik? Anda dapat melihat sekaligus menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan berikut.

Syarat dan Ketentuan Menerima Sakramen Ekaristi

Langsung saja tanpa banyak basa basi lagi, mari kita simak pembahasan lengkap mengenai syarat dan ketentuan sakramen ekaristi. Berikut pembahasannya hanya untuk Anda.

1. Umat Katolik dan Sudah Dibaptis

Syarat utama menerima sakramen ekaristi yaitu telah bergabung ke dalam kesatuan gereja Katolik. Maka dari itu dia harus sudah dibaptis secara Katolik. Dalam Katolik sendiri terdapat baptis bayi dan dewasa.

Baptis bayi ditujukan supaya dosa asal sebagai manusia yang sudah dibawanya tidak lagi membayangi kehidupannya. Maka dari itu dengan melakukan baptis, umat Katolik percaya dia sudah diselamatkan melalui penebusan Yesus.

2. Berusia 10 Tahun

Meski sebenarnya tidak ditentukan pasti oleh hukum gereja, usia seseorang untuk menerima sakramen ekaristi sekitar 10 tahun. Dia juga perlu memahami makna sakramen ekaristi sehingga bisa memahami peristiwa Kristus dan menikmati sakramen ini dengan iman.

Guna menghidnari kekacauan kelayakan orang untuk menerima sakramen ekaristi, usia 10 tahun tersebut pun diberlakukan oleh gereja. Persyaratan minimal ini telah diterapkan banyak gereja untuk menentukan batas minimal seseorang dianggap sudah layak.

3. Mengikuti Komuni Pertama

Untuk bisa memperoleh sakramen ekaristi, seseorang juga harus terlebih dahulu mengikuti pembinaan khusus komuni pertama atau katekese, serta dinyatakan lulus. Hal ini diperlukan supaya sebelum menerima sakramen ekaristi, dia sudah mengerti arti menyambut komuni kudus.

Selain diajarkan mengenai peristiwa Kristus dan makna sakramen, dalam katekese seseorang juga diajarkan mengenai doa-doa orang Katolik. Mereka juga akan diajari tata cata ibadat gereja, sepuluh perintah Allah, devosi Bunda Maria, serta lainnya.

4. Mengikuti Sakramen Tobat

Seseorang hanya bisa melakukan komuni dan menerima sakramen ekaristi apabila sudah berada dalam kondisi rahmat. Artinya dia berada dalam kondisi sikap hati bersih dan tidak melakukan dosa berat sebelumnya.

Apabila seseorang menerima komuni dengan cara tidak layak, secara tidak langsung dia berdosa terhatap tubuh dan darah-Nya. Sehingga orang itu perlu melakukan sakramen tobat dan menerima sakramen pengampunan dosa terlebih dahulu.

5. Berpuasa 1 Jam Sebelum Sakramen

Syarat wajib sebelum menerima sakramen ekaristi yaitu berpuasa. Tujuan puasa untuk melatih otot-otot spiritual supaya tidak mudah dikuasai nafsu dan dosa. Selain itu juga supaya kita bisa merasakan rindu yang dalam sebelum menerima Tubuh dan Darah Tuhan Yesus Kristus.

Akhir Kata

Sampai di sini dulu pembahasan dari kami mengenai syarat ketentuan menerima sakramen ekaristi. Mudah-mudahan kita bisa lebih mempersiapkan diri sebelum sepenuhnya menerima sakramen ekaristi.

Baca: