Sakramen Kristen Protestan

Pengertian Sakramen Menurut Kristen

Bersamakristus.org – Sakramen Kristen protestan. Kita mengetahui salah satu tugas pelayanan gereja adalah diakonia atau yang biasa dikenal dengan pelayanan. Dalam prakteknya, salah satu pelayanan yang dilakukan adalah sakramen.

Tapi mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu pengertian sakramen dalam Kristen Protestan. Sehingga, tidak bisa menjalankannya secara maksimal dalam kehidupan gereja.

Sebelumnya kami telah menjelaskan simbol sakramen krisma, dan pada kesempatan ini kami akan menjelaskan pengertian, arti, definisi, hingga sifat adikodrati dari sakramen dalam Kristen.

Pengertian Sakramen Kristen Protestan

Sakramen berasal dari bahasa latin sacramentum, artinya benca suci, perbuatan kudus, atau rahasia suci. Kata sakramen sebenarnya mempunyai latar belakang pemikiran sebagai berikut.

  • Sumpah yang harus ikrarkan oleh seorang prajurit di hadapan Kaisar untuk mengungkap kesetiannya terhadap Kaisar.
  • Uang jaminan berasal dari dua golongan yang sedang berkonflik dan harus ditempatkan di kuil para dewa. Golongan yang kalah dalam konflik tersebut akan kehilangan uangnya.

Ada dua sakramen yang diakui orang Kristen Protestan, yakni sakramen baptis dan sakramen perjamuan kudus. Namun, pada gereja Lutherian ada satu sakramen lagi yakni sakramen pengakuan dosa. Sedangkan di gereja Katolik, mereka mengakui tujuh sakramen: baptis, ekaristi, penguatan, pengakuan dosa, perminyakan, perkawinan, dan imamat.

Adanya perbedaan ini dikarenakan masing-masing memmiliki pandangan tersendiri terhadap sakramen. Menurut gereja Reformasi Calvinis, Protestan menunjukkan bahwa gereja merupakan isyarat yang ditetapkan oleh Allah lewat kematian Yesus di kayu salib.

Sifat Adikodrati Sakramen

Berbeda dengan gereja Katolik, mereka berasumsi sakramen Kristen Protestan sebagai pencurahan energi Ilahi ke dalam kehidupan manusia dan jadi sebuah rahasia Ilahi. Sakramen dianggap mempunyai sifat adikodrati, berikut beberapa pengertianya.

1. Sakramen Baptisan Kudus

Baptis berasal dari bahasa Yunani yakni baptizo, artinya membahasi atau menyelamkan diir ke air. Baptisan ini berarti kita telah menenggelamkan kehidupan duniawi kita ke di dalam kematian Yesus Kristus dan selanjutnya dibangkitkan oleh Kristus jadi ciptaan yang baru (Roma 6:4).

Orang yang sudah dibaptis seakan memulai hidup baru seperti yang telah dijelaskan dalam ayat Alkitab tentang baptisan. Selain itu, ia juga hidup bersama dengan persekutuan jemaat sebagai sesama anggota keluarga Allah. Inilah arti sakramen bapitsan kudus yang wajib anda ketahui sebagai berikut.

  • Dalam terima baptisan kudus, kita wajib mengingat bahwa bukan kita yang memilih untuk dibaptis, melainkan Allah yang memilih kita untuk diselamatkan. Yohanes 15:16 bicara ‘Bukan anda yang memilih Aku, tapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya anda pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang anda minta kepada Bapa di dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.’
  • Allah yang lebih dahulu mengasihi umat manusia supaya Ia berikan kesempatan kepada kita untuk memperoleh baptisan kudus. Ini seluruh hanya dikarenakan anugerah-Nya, sola gratia.
  • Wajib bagi kita untuk hidup dalam Kristus dan bersama dengan persekutuan jemaat secara berimbang.
  • Ada dua baptisan yang dikenal gereja, yakni baptis percik dan baptis selam. Seringkali cara-cara ini jadi pertentangan mengenai mana yang lebih benar.
  • Gereja Pantekosta menganggap bahwa baptis selamlah yang benar dan alkitabiah. Hal ini didasarkan dikarenakan Yesus sendiri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis bersama dengan langkah diselam. Jika kita baca kisah pembaptisan Yesus pada Matius 3:13-17, dikatakan pada ayat 17 bahwa Yesus langsung terlihat berasal dari air dan lantas hal ini diindikasikan sebagai langkah baptis selam.

Meski pandangan ini tidak salah, namun ada juga anggapan baptis selam yang paling tidak tepat. Hal ini seakan memberi tambahan pandangan bahwa inilah cara menyelamatkan manusia. Padahal bukan teknisnya, namun iman orang yang dibaptis yang menyelamatkannya.

Dengan demikian mempersoalkan bagaimana teknisnya bukan hal yang wajib dilakukan. Semua baik adanya asal dilakukan dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan juga orang yang dibaptis sungguh berkomitmen untuk mengikut Yesus. Hal lain yang kerap jadi perdebatan adalah tentang baptis ulang.

Jika ada jemaat baru yang masuk ke gerejanya, sejumlah gereja meminta orang tersebut mesti dibaptis di gereja, bahkan meski ia sudah dibaptis sebelumnya. Kita mesti mengingat bahwa baptisan merupakan meterai dari Allah.

Jika kita baptis ulang, kita menyepelekan baptisan kita sebelumnya. Parahnya, hal ini bermakna kita menyepelekan apa yang sudah Allah memberikan kepada kita. Oleh karena itu, seharusnya seorang percaya cuma memadai dibaptis sekali seumur hidupnya.

2. Sakramen Perjamuan Kudus

Gereja juga melakukan sakramen perjamuan kudus dengan dasar apa yang telah Yesus Lakukan sesuai di Matius 26:26-29, Yesus melaksanakan Perjamuan Malam bersama dengan memecahkan roti dan meminum anggur bersama dengan para murid-Nya. Hal yang dikerjakan gereja ini pun tidak cukup lebih sama.

Pendeta mengambil alih roti, mengucap berkat, memecahkan roti, dan membagikannya kepada para murid, dalam hal ini jemaat. Pendeta terhitung mengambil alih cawan, mengucap syukur, dan membagikannya kepada jemaat. Inilah beberapa arti dari sakramen perjamuan kudus dalam ajarannya sebagai agama Kristen Protestan, sebagai berikut.

  • Perjamuan kudus tidak cuma dikerjakan untuk meniru apa yang Yesus lakukan. Ini sendiri jadi ketentuan Yesus untuk gereja laksanakan layaknya yang tercantum pada 1 Korintus 11:25 “… perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, jadi peringatan bakal Aku!”
  • Perjamuan kudus dikerjakan untuk mengingat kembali perihal penyaliban Yesus. Selain itu, jikalau kita baca di Lukas 22:16 “Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak bakal memakannya kembali sampai ia meraih kegenapannya didalam Kerajaan Allah”, maka kita wajib paham bahwa perjamuan kudus pun mengenai bersama kehadiran Yesus untuk kedua kalinya.
  • Dengan dua basic tersebut, perjamuan kudus tidaklah dikerjakan bersama sembarangan. Dalam menerima perjamuan ini, kita wajib benar-benar percaya dan percaya bahwa karya penyelamatan yang kita menerima belum sempurna, belum selesai.
  • Kita wajib konsisten mengumumkan kematian dan kebangkitan Yesus sampai Ia singgah untuk kedua kalinya. Dengan perihal ini, kita benar-benar menantikan kehadiran Yesus bersama penuh pengharapan bakal janji Tuhan bagi orang percaya.
  • Pada upacara perjamuan kudus, Yesus tidak bertindak sebagai Imam Besar yang mempersembahkan korban. Ia jadi “kepala keluarga” yang membagikan “hasil korban” kepada bagian keluarganya. Prinsip ini pun yang dipakai pada gereja jaman kini.
  • Pendeta tidak jadi satu-satunya orang yang menerima keselamatan berasal dari Allah, tapi para jemaat punyai hak untuk menerimanya juga.

Dalam perjamuan kudus ada roti dan anggur. Roti yang dipecah melambangkan tubuh Kristus yang tercabik oleh kemarian dan mati, sedangkan anggur menjadi lambang darah Kristus yang ditumpahkan untuk mengampuni dosa.

Kedua sakramen Kristen Protestan ini merupakan suatu hal yang benar-benar perlu dan benar-benar kudus. Peran Allah benar-benar besar dalam sakramen baptis maupun perjamuan kudus. Hal ini seharusnya jadi perenungan untuk kita sebelum saat jalankan baptisan ataupun perjamuan kudus.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita sudah memiliki iman yang sungguh selalu ada untuk Allah? Sudahkah kita jadi kudus seperti Allah? Sudahkah kita punyai etika Kristen? Dan sudahkah kita punyai karakter Kristus dalam hidup kita? Tuhan memberkati.

Akhir Kata

Mungkin itu saja sekian pembahasan dari pengertian sakramen Kristen protestan. Semoga ini dapat memberi pencerahan kepada kita semua mengenai sakramen dalam agama Kristen Protestan.

Baca: