Perbedaan Eksegese dan Eksposisi

Bedanya Eksegese dengan Eksposisi dalam Kristen

Bersamakristus.org – Perbedaan eksegese dan eksposisi. Pasti masih ada yang bingung antara eksegese dan eksposisi, keduanya memang kadang dianggap mirip dalam ilmu teologia.

Sebagai informasi mendasar, eksegese Alkitab atau eksegesis berasal dari bahasa Yuanani “exegesis”. Arti kata tersebut adalah memimpin atau membawa ke luar serta dapat di artikan suatu penjelasan eksposisi dan interpretasi Alkitab.

Berbeda halnya dengan ekposisi, yang memiliki pengertian secara umum. Seperti diketahui, ksposisi adalah karangan bersifat informasi atau pengetahuan secara ringkas, jelas, padat, serta menarik untuk dibaca.

Bagi yang ingin memperdalam pengetahuan tentang perbedaan di antara keduanya, Anda bisa membaca artikel ini sampai habis. Pada kesempatan ini kami akan menerangkan bedanya eksegese dengan eksposisi.

Perbedaan di Antara Eksegese dan Eksposisi

Tanpa banyak basa basi lagi, mari langsung saja kita simak pembahasan perbedaan antara eksegese dan eksposisi. Uriaan ini telah kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Latar Belakang

Menafsirkan dengan eksegese perlu memahami latar belakang penulis dulu, firman Tuhan diterjemahkan secara kontekstual berdasarkan sudut pandang penulis. Contohnya Petrus, harus memahami tujuan Petrus menulis surat dalam Alkitab, sehingga menjadi rangkaian tafsir yang utuh.

Berbeda dengan penafsiran eksposisi, tanpa perlu melihat rantai latar belakang atau kehidupan penulisnya. Hanya perlu menafsirkan sepotong ayat Alkitab yang ada kemudian melalui hikmat memahami maksud tujuan firman ayat tersebut.

2. Urutan

Jika menerjemahkan atau menafsirkan firman Tuhan, sehingga yagn perlu dilakukan yaitu menafsirkan dari sudut pandang eksegese lebih dahulu. Dengan kata lain, mengetahui tujuan ayat itu dibuat barulah kemudian bisa menafsirkan secar eksposisi atau makna ayat yang ditafsirkan.

Tidak bisa terbalik, eksposisi dulu karena akan berbeda maknanya. Dalam hal ii, sebaiknya pahami latar belakangnya dulu sebelum melanjutkan memahami ayat yang ditulis dalam Alkitab.

3. Tujuan

Eksegese menekankan pada maksud ayat tersebut, yang memang ditujukan pada ayat tersebut. Contohnya Petrus untuk menerjemahkan Korintus. Berbeda dengan eksposisi, maksud dari firman Tuhan yang ditujukan pada jemaat di Korintus dijabarkan lebih dalam.

Pada prindipnya, firman Tuhan bukan hanya milik jemaat yang dituju dalam alkitab saja. Melainkan juga seluruh pengikut Kristus tanpa terkecuali.

4. Konteks

Konteks Alkitab berdasarkan metode eksegesis mengacu pada masa jemaat mula-mula. Sementara itu eksposisi berarti menempatkan firman Tuhan di segala zaman yang terus berjalan dan diperbaharui.

Akhir Kata

Sampai di sini terlebih dahulu penjelasan tentang perbedaan eksegese dengan eksposisi. Semoga bisa membantu Anda untuk memahami perbedaan di antara keduanya menurut pandangan Kristen.

Baca: