Kebijaksanaan Salomo

Karakteristik Salomo Menurut Alkitab

Bersamakristus.org – Kebijaksanaan Salomo. Salomo merupakan putra dari Raja Daud, kemduian dia menjadi raja ketiga dalam kerajaan Israel setelah Saul dan Daud, ayahnya sendiri.

Ibunya bernama Batsyeba binti Eliam. Dalam kitab Ibrani dan Perjanjian Lama, ada banyak sekali kisah tentnag dirinya yang tentu saja dapat menjadi pedoman atau keteladanan yang bisa diaplikasikan di masa sekarang.

Salah satunya soal keteladanan Salomo yang begitu terkenal. Mulai dari dirinya kecil hingga tumbuh menjadi pria dewasa yang mengemban suatu bangsa, kisahnya sungguh menarik dan memotivasi.

Nah pada kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai beberapa kebijaksanaan dan keteladanan Salomo yang bisa Anda contoh. Simak pada ulasan dan pembahasan berikut.

Kebijaksanaan dan Keteladanan Salomo

Tanpa banyak basa-basi lagi, langsung saja silahkan simak penjelasan emngenai kebijaksanaan dan keteladanan Solomo. Simak langsung ulasan lengkapnya pada uraian berikut.

Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini.

2 Samuel 12:24

Maka selesailah segala pekerjaan yang dilakukan Salomo untuk rumah TUHAN itu. Kemudian Salomo memasukkan barang-barang kudus Daud, ayahnya, dan menaruh perak, emas dan barang-barang itu dalam perbendaharaan rumah Allah.

2 Tawarikh 5:1

Salomo merupakan anak dari pasangan Daud dan Batsyeba setelah anak pertama dari pasangan ini meninggal. Salomo dikasihi Tuhan karena Daud, dayahnya. Salomo dikenal sebagai raja ketiga bangsa Israel.

Dia menjadi sosok pemimpin yang membangun bait Allah. Namun rupanya Salomo masih seorang manusia, ada hal-hal yang bisa kita jadikan teladan dari Salomo. Di dalam Alkitab setidaknya ada beberapa kisah yang menceritakan keteladanannya.

1. Meminta Hikmat kepada Allah

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?

1 Raja-raja 3:9

Salomo dua kali langsung berhadapan dengan Allah. Di pertemuan pertama, Allah menawarkan kepadanya apa yang Salomo inginkan. Sebagai manusia dia bisa meminta apa saja, namun Salomo lebih memilih untuk meminta hikmat, kemampuan untuk bisa menimbang perkara.

Hal ini pun dipandang baik. Keputusan Salomo justru menunjukkan kebijaksanaannya. Dengan bijaksana, dia memanfaatkan kesempatan yang Allah beri keuntungan untuk semua orang, bukan hanya keuntungan bagi diri sendiri saja.

2. Menemukan Ibu Seorang Bayi Sebenarnya

Tetapi raja menjawab, katanya: “Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya.”

1 Raja-raja 3:27

Pada perikop 1 Raja-raja 2:16-28, alkisah dua perempuan datang menghadap Salomo. Mereka merebutkan seorang bayi, berusaha untuk meyakinkan Salomo akan siapa yang merupakan ibu bayi itu sebenarnya.

Hal ini merupakan perkara yang sulit karena dulu tidak ada uji DNA atau sebagainya. Keputusan hanya bisa diambil pada kejujuran kedua perempuan itu, namun keduanya memberi kesaksian yang sama sehingga sulit menentukan siapa yang benar.

Salomo pun menggunakan cara cerdik untuk mengambil keputusan. Dia menawarkan untuk memenggal bayi tersebut, membaginya sama rata. Respon kedua perempuan itu berbeda.

Satu perempuan setuju dan satunya tidak. Kebijaksanaan dan karakter Salomo terlihat jelas ketika dia memutuskan perempuan yang tidak ingin bayi itu dibunuh adalah ibu sebenarnya.

3. Menerima Kunjungan Ratu Syeba

Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

1 Raja-raja 10:3

Kebijaksaannya sudah tersebar luas ke penjuru dunia, termasuk ratu Syeba. Sang ratu ingin menguji kebijaksanaan Salomo dan ia datang kepadanya untuk memberikan teka-teki. Salomo juga bisa menjawab setiap pertanyaan hingga ratu tersebut pun mengakui kebijaksanaannya.

Karakter Salomo

Salomo dikenal akan kebijaksanaannya, namun karanterya tak hanya sekedar kebijaksanaan saja. Ada karakter Salomo lain, yang baik dan juga buru.

1. Adil

Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

1 Raja-raja 3:28

Sudah sangat jelas bijaksana menjadi karakter utama Salomo. Dia bisa menjadi hakim yang luar biasa berkat adanya penyertaan dan pertolongan dari Tuhan. Dia memiliki kitab yang menyaksikan kebijaksanaan Salomo.

2. Rendah Hati

Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.

1 Raja-raja 3:7

Salomo menjadi anak Daud yang sudah memiliki kekuasaan. Kekayaan Daud tidak sedikit, namun itu tidak menjadikannya sombong. Salomo masih ingat bahwa menjadi raja bukan hanya sekedar relasi kekeluargaan atau kekayaan.

Dia membutuhkan pengalaman, hikmat, dan pertolongan Tuhan. Dia tidak malu untuk mengakui kekurangan itu dan meminta bantuan Tuhan. Sikap rendah hatinya inilah yang patut dicontoh.

3. Tidak Mampu Menahan Nafsu

Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

1 Raja-raja 11:3

Salomo gagal menerapkan kebijaksanaannya di kehidupan sendiri. Dia tak mampu menahan hawa nafsu untuk memiliki istri dan selir sebanyak-banyaknya. Bahkan dia tak segan meninggalkan Allah hanya demi istri dan para selirnya.

Akhir Kata

Itu saja beberapa ulasan singkat dari kami mengenai kebijaksanaan dan keteladanan salomo. Semoga bisa menginspirasi atau memotivasi Anda serta bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: