Hukum Sunat Menurut Kristen

Bolehkah Laki-laki Umat Kristen Disunat

Bersamakristus.org – Hukum sunat menurut Kristen. Mungkin beberapa orang masih bingung apakah sunat diperbolehkan dalam pandangan agama Kristen dan Alkitab atau tidak.

Seperti diketahui, sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung alat vital laki-laki. Tak hanya pada anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan kepada bayi.

Di Indonesia sendiri, proses sunat ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6–10 tahun. Sunat juga lebih kental dikenal dalam kebiasaan umat Islam.

Lalu bagaimana dengan orang Kristen, apakah boleh disunat juga? Daripada bingung, mending langsung simak pembahasan tentang hukum sunat menurut pandangan agama Kristen di bawah ini.

Hukum Sunat Menurut Pandangan Kristen

Tanpa banyak basa basi lagi, langsung saja silahkan simak pembahasan lengkap mengenai hukum sunat menurut pandangan agama Kristen. Anda dapat melihat ulasan lengkapnya di bawah berikut ini.

1. Masa Perjanjian Lama

Pada masa awal Allah memberikan firman-Nya kepada bangsa Israel, sunat atau khitan adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Diceritakan bahwa sunat adalah bentuk pengudusan diri kepada Allah.

Tanda bahwa mereka adalah bangsa pilihan allah. Itu juga menjadi karunia keselamatan, Allah menghendaki bangsa pilihannya untuk bersunat, sehingga dengan demikian secara tidak langsung menjadi tanda kepunyaan Allah.

Hal ini menjadi dasar sunat dikatakan wajib pada masanya. Hal tersebut menjadi ikatan yang harus dilakukan anak lelaki pada saat memasuki usia tertentu, terutama di zaman Abraham sampai kepemimpinan Musa, sunat juga menjadi kewajiban bagi bangsa Israel.

Sebab, sunat adalah tanda orang yang menerima Allah sebagai janji keselamatan, yang diterima secara pribadi. Hal ini yang membedakan bangsa pilihan Allah dengan yang bukan. Ini juga menentukan iman seseorang kepada Allah pada masa Perjanjian Lama.

2. Masa Perjanjian Baru

Hukum sunat menurut Kristen selanjutnya yaitu terjadi paada masa Perjanjian Baru. Tepatnya saat Tuhan Yesus datang dan melakukan penebusan dosa, pengertian sunat menjadi hal berbeda. Kedatangan Tuhan melalui pengorbanannya untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Maka dari itu hukum sunat menjadi sebuah hal yang tidak lagi harus dilakukan. Bagi Tuhan, yang penting bukans unat atau belum, melainkan lebih kepada sudah menerima Tuhan secara pribadi atau belum. Ini pentingnya karunia Roh Kudus bekerja untuk memberikan kasih karunia.

Sejak masa Perjanjian Baru, umat Kristen tidak lagi wajib disunat, namun banyak penelitian menunjukkan manfaat sunat bagi kesehatan. Jika melihat dari segi hukum Kristen, Tuhan menekankan tidak penting sunat atau bukan, melainkan iman percaya mereka kepada Tuhan yang paling penting.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan dari kami mengenai hukum sunat menurut agama kristen. Mudah-mudahan informasi di atas bisa memahamkan kita sama-sama mengenai hukum orang Kristen disunat.

Baca: