Hubungan Renaissance dengan Reformasi Gereja

Kaitan Renaissance dan Reformasi Gereja

Bersamakristus.org – Hubungan renaissance dengan reformasi gereja. Pada abad ke-15 sampai ke-16, di dalam sejarah Eropa terjadi masa peralihan abad pertengahan ke zaman modern. Masa tersebut dinamakan renaissance.

Renaissance merupakan kata yang berasal dari bahasa Perancis yang memiliki arti kelahiran kembali. Rennaissance adalah periode yang menandakan kelahiran kembali peradaban dan kebudayaan Eropa.

Ada banyak sekali yang mengaitkan antara renaissance dengan reformasi gereja. Karena memang waktu pelaksanaannya tidak jauh berbeda dan kegiatan yang dilakukan berhubungan.

Di sini mari kita belajar lebih lanjut tentang hubungan antara renaissance dengan reformasi gereja. Anda dapat melihat ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini.

Hubungan Antara Renaissance dengan Reformasi Gereja

Tanpa banyak basa basi lagi, mari langsung saja kita simak pembahasan tentang hubungan antara reformasi gereja dan renaissance. Ini dia ulasannya secara lengkap untuk Anda.

1. Renaissance

Renaissance atau renaisans adalah kelahiran kembali, di masa itu terjadi kebangkitan ilmu pengetahuan serta kebudayaan di Eropa. Masa di mana bahasa dan budaya klasik Yunani serta Romai yang selama abad pertengahan dilarang gereja, kembali lahir.

Di masa itu, gereja tidak lagi memiliki hak untuk mengatur keagamaan seseorang atau melarang peneliti mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak sejalan dengan ajaran gereja. Ilmu pengetahuan pun secara alami mengalami kemajuan yang sangat pesat.

🔥 Trending:   Kematian Menurut Kristen

Masa tersebut berlangsung pada abad 15-16, dimulai dari Italia dan dicetuskan oleh kelompok humanis, yaitu orang yang punya pengetahuan dan pemikiran budaya klasik. Ada beberapa tokoh yang mengambil peran penting dalam kemajuan tersebut.

Contohnya dalam bidang astronomi: Nicolaus Copernicus, Galileo Galilie, dan Johannes Keppler; lalu dalam bidang kesehatan: Andreas Vesalius; kemudian dalam bidang seni: Leonardo da Vinci, Michaelangelo, Filippo lipi, Angelico, Gibherti dan Robbias Della; serta dalam bidang Filsuf: Plato dan Aristoteles.

2. Reformasi Gereja

Sejarah reformasi gereja dimulai pada saat Martin Luther memaparkan 95 tesis mengenai Gereja Katolik, dan tuntutan supaya terjadi perubahan dalam gereja. Upaya ini merupakan perbaikan dan pengembalian kepada ajaran-ajaran gereja yang benar.

Di masa itu, gereja dianggap terlalu campur tangan akan urusan kehidupan masyarakat. Ada banyak sekali contoh penyimpangan yang dilakukan gereja, di antaranya sebagai berikut.

  • Paus memiliki kekuasaan ganda, yaitu sebagai kepala gereja (agama) sekalugus juga kepala negara (politik).
  • Para pemimpin gereja melakukan ‘tekanan’ kepada rakyar yang kritis terhadap ajaran gereja.
  • Bahkan ilmuwan yang dianggap tidak sejalan dengan ajaran gerej dapat dihukum mati.
  • Cara hidup biarawan tidak lazim. Mulai dari melakukan perbuatan amoral, hingga memiliki usaha untuk mengumpulkan harta benda.
  • Penjualan surat penghapusan dosa (indulgensia) kepada jemaat.

Pada perkembangannya, pengaruh reformasi gereja memunculkan beberapa tokoh reformator yang mendapat tentangan dari gereja. Tokoh reformasi gereja tersebut yaitu: Martin Luther, Johannes Calvin, Erasmus Desiderius, Zwingli, John Knox, serta John Wycliff.

🔥 Trending:   Prinsip Ajaran Sosial Gereja

3. Hubungan Renaissance dan Reformasi Gereja

Hubungan renaissance dengan reformasi gereja berjalan beriringan. Mulai dari zaman renaissance memunculkan beberapa perubahan yang mendorong terjadinya reformasi. Faktor yang mendorong perubahan itu antara lain persebaran pemikiran baru, serta penemuan mesin cetak.

Di zaman itu juga kalangan terpelajar Eropa mulai terbuka dan memiliki minat terhadap pemikiran dari Yunani kuno, Timur Tengah, dan aliran baru seperti humanisme. Peningkatan minat memunculkan pandangan baru yang berbeda dengan ajaran gereja.

Penemuan berbagai teknologi baru juga membuat penggandaan dan persebaran buku ilmiah, termasuk buku filosofi Yunani kuno, Timur Tengah, dan humanisme semakin mudah. Alkitab dan terjemahannya juga makin mudah didapat biarawan maupun masyarakat umum.

Akhir Kata

Demikian singkat pembahasan kami mengenai hubungan renaissance dan reformasi gereja. Mudah-mudahan informasi tersebut bisa membuat kita lebih paham mengenai hubungan renaissance dengan reformasi gereja.

Baca: