Cara Menyikapi Kebudayaan yang Sesuai dengan Iman Kristen

Cara Orang Kristen Menyikapi Budaya

Bersamakristus.org – Cara menyikapi kebudayaan menurut Kristen. Di masa sekarang kita tidak bisa melepaskan kehidupan yang berdampingan dengan berbagai aspek, termasuk kebudayaan.

Seseorang perlu memahami sikap orang Kristen terhadap kebudayaan. Karena mungkin pada beberapa kasus ada yang menganggap hal yang telah menjadi budaya tidak sesuai dengan agama.

Ketika hal itu terjadi apa yang sebaiknya kita lakukan? Tentu saja harus menyikapinya dengan benar. Salah satunya yaitu dengan beberapa cara yang akan kami sampaikan di bawah ini.

Pada kesempatan ini kami akan mengulas apa-apa saja yang perlu disikapi dalam kebudayaan menurut pandangan agama Kristen. Cara-cara ini kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Cara Menyikapi Kebudayaan Menurut Agama Kristen

Langsung saja tanpa banyak basa basi lagi, silahkan simak pembahasan dan penjelasan lengkap dari kami emngenai cara menyikapi kebudayaan menurut agama Kristen dan Alkitab.

1. Antagonis

Antagonis berarti menolak kebudayaan dan memandang kebudayaan sebagai penghinaan terhadap Tuhan dan Agama. Kebudayaan dianggap sebagai kegiatan penyembahan terhadap berhala sehingga menduakan Tuhan.

2. Akomodasi

Akomodasi disebut juga persetujuan yang terbalik dengan sikap pertama. Umat Kristen tidak ambil pusing, melainkan setuju dengan kebudayaan. Mereka menganggap apapun kebudayaannya tidak tergantung pada agama.

3. Dominasi

Dominasi disebut juga sintesis, sikap yang menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari iman umat Kristen. Namun, kebudayaan dibuat sedemikian rupa agar dapat menjadi penyembahan bagi Tuhan.

4. Dualisme

Dualisme dinamakan juga dengan pengutuban, yaitu tidak menolak adanya kebudayaan. Namun, kebudayaan dianggap menjadi sesuatu yang terpisah dari iman Kristen. Dengan demikian orang Kristen tidak dapat melakukan kebudayaan dan orang berbudaya tidak bisa mengaku sebagai Kristen.

5. Pengudusan

Pengudusan disebut juga dengan pertobatan, tidak menolak atau menerima kebudayaan. Umat Kristen berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan. Jika kebudayaan menghina Tuhan, mereka menolak. Jika kebudayaan tidak menentang kebenaran firman Tuhan, mereka masih menerimanya.

Kebudayaan yang Ada di Indonesia

Dari banyaknya kebudayaan yang ada di Indonesia, kita perlu tahu tidak semuanya sesuai dengan iman Kristen. Maka dari itu kita harus berhati-hati menyikapinya, seperti contoh berikut ini.

1. Pernikahan Adat Batak

Orang Batak yang masih kental dalam kebudayaan tidak mau menikah dengan cara cederhana, pernikahan dijadikan ajang menunjukkan kemampuan finansial. Dulu pernikaan dilakukan menggunakan harta pinak Paranak atau mempelai pria, sekarang beban biaya dirakan kedua belah pihak.

Hal ini menjadi contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman Kristen. Pasalnya, pernikahan tidak hanya menjadi hal yang paling penting untuk suami, melainkan juga menjadi hal penting bagi istri. Keduanya perlu berusaha, saling menopang satu sama lain.

Dalam pernikahan adat Batak juga dilakukan penyelimutan menggunakan ulos. Pengantin diselimuti ulos dengan tujuan mendapatkan berkat. Namun saat ini penyelimutan dengan ulos hanya dilakukan sebagai simbol pemberian hadiah.

Hal tersebut juga menjadi contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman Kristen. Sebab berkat tidak datang dari penyelimutan ulos melainkan pemberian Tuhan, tapi pemberian hadiah bisa dilakukan dengan tujuan untuk mendukung pernikahan.

2. Pemakaian Musik Daerah untuk Lagu Rohani

Dalam setiap daerah dengan berbagai kebudayaan ada ciri khasnya sendiri, termasuk musik daerah. Setiap daerah memiliki alat dan genre musiknya sendiri. Ternyata musik ini tidak hanya digunakan untuk sekedar meningkatkan popularitas daerah saja.

Musik tersebut juga digunakan untuk memuji-muji Tuhan. Pemakaian musik daerah menjadi salah satu contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman agama Kristen. Seperti kita tahu Tuhan meminta kita menggunakan segala yang kita miliki untuk menjadi penyembahan bagi Tuhan.

Tidak terkecuali dengan pemakaian musik daerah, seperti lagu rohani Batak atau lagu rohani Manado. Ketika kita diberikan karunia untuk memainkan alat musik daerah, kita bisa menggunakannya sebagai pujian dalam nama Tuhan.

3. Memakai Pakaian yang Sopan

Ada ungkapan “Ajining raga saka busana” di antara orang Jawa. Ungkapan ini menunjukkan harga sebuah tubuh ditentukan oleh pakaian yang dikenakan. Pakaian yang dipakai harus sesuai dengan keperluan dan budaya yang dibutuhkan pada saat pemakaian.

Pakaiannya harus sopan, tidak boleh seenaknya. Menggunakan pakaian sopan juga akan membantu kita untuk menjaga tubuh. Hal tersebut tentu saja menjadi contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman Kristen.

Kristen mengajarkan kita untuk menjaga tubuh. Tubuh tidak selalu harus kudus, tidak dipakai untuk menggoda orang lain. Maka dari itu sangat penting untuk kita menggunakan pakaian yang sopan. Pakaian yang sopan membantu kita menghindari hukuman dosa.

Akhir Kata

Itu saja beberapa ulasan singkat dari kami mengenai cara menyikapi kebudayaan menurut agama kristen. Mari kita bersikap seperti di atas dalam menyikapi hubungan antara agama dan kebudayaan.

Baca: