Cara Menjadi Paus

Syarat dan Cara Jadi Seorang Paus Katolik

Bersamakristus.org – Cara menjadi paus. Paus dalam gereja Katolik merupakan pemimpin gereja Katolik di seluruh dunia. Dia juga merupakan Uskup Roma yang berasal dari peranannya dalam tradisi sebagai penerus Santo Petrus.

Santo Petrus yaitu kepada siapa Yesus memberikan kunci surga dan kuasa untuk mengikat serta melepaskan, menyebutnya sebagai batu karang yang di atasnya gereja, kemudian dibangun. Pemerintahan paus juga disebut Takhta Suci.

Paus pertama di dunia tentu saja St Petrus, kemudian diteruskan oleh St Linus. Di zaman sekarang Paus dipimpin oleh Paus Fransiskus yang menggantikan Paus Benediktus XVI.

Mungkin beberapa umat Katolik ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih cara menjadi paus, pemimpin tertinggi agama Katolik? Tentu saja tidak sembarang orang bisa menjadi paus.

Cara Menjadi Paus Pemimpin Tertinggi Katolik

Ada beberapa hal yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi seorang paus. Terdapat juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, untuk itu silahkan simak pembahasannya di bawah ini.

1. Memeluk Katolik

Bila ingin menjadi paus, harus memiliki iman Kaotlik. Anda harus mempelajari agama Katolik serta memahami cara beribadah umat Katolik. Setelah itu Anda juga akan dibaptis secara Katolik.

2. Mengikuti Pendidikan Seminari

Seminari adalah sekolah khusus yang didirikan untuk melatih calon pastur. Anda bisa mendaftarkan diri setelah SMA atau kuliah, dengan masa pendidikan mulai dari 4-8 tahun.

3. Menjadi Pastur

Menjadi pastur bukan hanya sebatas pekerjaan atau profesi saja, melainkan panggilan hidup. Untuk menjadi pastur, Anda harus menjadi seorang pria yang belum meikah dan bersedia hidup selibat.

Pertama-tama Anda perlu mendaftar ke seminari untuk mendapatkan pelatihan, selain itu Anda juga harus menjalani pendidikan Sarjana Filosofi Katolik serta S2 Ilmu Keagamaan. Habis itu Anda menjalani masa selama 1-2 tahun dan akhirnya ditahbiskan menjadi Pastor, serta terakhir diberi wewenang untuk memimpin sebuah paroki.

4. Menjadi Uskup

Uskup adalah pemimpin keuskupan, yakni gereja Katolik partikular di wilayah provinsi gerejawi suatu negara. Keduudkan uskup lebih tinggi dari pastur, uskup memimpin gereja Katedral dan memantau gereja lokal.

Untuk menjadi uskup, Anda harus masuk daftar calon uskup potensial. Daftar itu disusun berdasarkan pendapat para uskup, sehingga Anda tak bisa mencalonkan diri.

Seorang calon uskup harus minimal berusia 35 tahun, memiliki gelar S3 Teologi (dan sejenisnya), dan tentunya taat beribadat. Apabila sudah melakukan serangkaian seleksi, Uskup kemudian akan ditahbiskan oleh Paus di Vatikan.

5. Menjadi Kardinal

Kardinal merupakan uskup yang memiliki tugas tambahan. Salah satu tugasnya yaitu merupakan fungsi terpenting Kardinal adalah memilih Paus. Kardinal ditunjuk langsung oleh Paus sebagai dewan Kardinal. Pada saat Paus meninggal atau mengundurkan diri, semua Kardinal yang berusia kurang dari 80 tahun akan dibawa ke Vatikan untuk menghadiri Konklaf.

Konklaf adalah pertemuan para Kardinal untuk memilih paus yang baru. Di tahap ini, setiap kardinal akan memberi suara dengan cara menuliskan kandidat pilihan masing-masing. Apabila dua pertiga kardinal memilih orang yang sama, maka orang itu berhak menjadi Paus.

Akhir Kata

Itu dia ringkasan pembahasan mengenai cara menjadi seorang paus. Mudah-mudahan informasi tersebut bisa menjelaskan kepada Anda bagaimana cara menjadi paus, pemimpin tertinggi gereja Katolik.

Baca: