Asal Usul Lucifer

Awal-muasal Lucifer dan Sejarahnya

Bersamakristus.org – Asal-usul Lucifer. Dalam kepercayaan Kristen atau Katolik, dikenal ada salah satu malaikat yang dulunya patuh terhadap Allah, kemudian ingkar dan diminta menjaga neraka.

Malaikat tersebut adalah Lucifer, banyak sekali ayat Alkitab tentang Lucifer yang menjelaskan soal kisahnya. Namun mungkin saja masih banyak yang belum tahu tentang asal-usulnya.

Sebagai umat Kristiani, kita perlu mengetahui asal-usul atau sejarah awal Lucifer disebutkan dalam Alkitab. Sehingga, mungkin dapat menjadi bahan renungan bagi kita untuk bisa memperbaiki diri.

Oleh karena itu di kesempatan ini kami akan menjelaskan sedikit kisah Lucifer yang disebutkan dalam pandangan Kristen atau Protestan. Simak ulasannya secara lengkap di bawah ini.

Perbedaan Malaikat dan Iblis

Sebelumnya kita harus mengetahui perbedaan antara malaikat dan iblis terlebih dahulu yang diceritakan dalam Alkitab. Pada awalnya, iblis adalah malaikat yang kemudian berubah menjadi jahat.

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Wahyu 12:7-9

Ayat tersebut menceritakan peperangan yang terjadi di surga. Peperangan terjadi melibatkan Mikhael dan naga. Berdasarkan kata-kata ‘malaikat-malaikatnya’, baik Mikhael dan iblis banyak yang berkesimpulan iblis dulu adalah malaikat.

Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.”

Lukas 1:19

Menurut perkataan malaikat Gabriel, malaikat diciptakan oleh Allah untuk melakukan penyembahan. Malaikat melayani Tuhan dengan menyampaikan janji keselamatan kepada manusia, kemudian malaikat juga membantu manusia memahami pengampunan.

Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Ibrani 2:7

Allah kemucian menciptakan malaikat berbeda dengan manusia. Malaikat diciptakan sedikit lebih tinggi dibanding manusia dengan kemuliaan dan hormat. Ini berarti malaikat memang diciptakan tidak bercela, tapi Allah bukan yang memaksaka n entitas manapun untuk memuliakan-Nya.

Sama seperti pada manusia, Allah memberi kehendak bebas kepada malaikat. Mereka bisa memilih meninggalkan Allah dan inilah yang kemudian dikenal sebagai iblis, prinsip ini yang kemudian menjadi cikal-bakal Lucifer dalam Alkitab.

Asal-usul Lucifer yang Disebutkan dalam Alkitab

Saat ini kita mengenal Lucifer sebagai iblis, namunPeter Binsfield pernah menyebut ada tujuh dosa pokok dan Lucifer menjadi simbol kesombongan. Bagaimana kisah sejarah asal-usul Lucifer dalam Alkitab?

“Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah… Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu… Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.

Yehezkiel 28:12,15,17

Dalam ayat-ayat di atas, bisa disimpulkan beberapa asal usul Lucifer dalam Alkitab.

  • Lucifer dalam Yehezkiel 28 disebutkan sebagai raja Tirus. Lucifer diciptakan dengan sempurna, penuh hikmat, serta maha indah seperti malaikat.
  • Lucifer pada Alkitab juga dikenal sebagai Bintang Fajar. Hal ini sesuai dengan arti nama Lucifer dalam bahasa Ibrani, yaitu lux/lucis yang berarti cahaya dan ferre yang berarti membawa. Dengan kata lain, Lucifer dikenal sebagai pembawa cahaya.
  • Lucifer pun dikenal sebagai malaikat dengan status tertinggi di dalam kerajaan surga.
  • Lucifer juga pada akhirnya memilih untuk meninggalkan Tuhan dan berubah menjadi iblis.
  • Lucifer pun meninggalkan Tuhan dengan sikap sombongnya. Dr. Willmington dalam bukunya berjudul Doctrine of The Satan mengatakan Lucifer begitu sombong, bahkan merasa mampu menyamai Allah.
  • Meski Lucifer yang memilih untuk meninggalkan Allah, namun Allah yang membuang Lucifer dari kerajaan surga. Lucifer tidak lagi memenuhi syarat masuk surga menurut Alkitab.

Kita juga bisa melihat bentuk kesombongan Lucifer dalam Yesaya 14:13-14. Dalam kitab tersebut Lucifer dikenal sebagai Bintang Timur atau Putra Fajar.

Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Maha tinggi!

Yesaya 14:13-14

Dengan asal usul itu, Lucifer yang saat ini dikenal sebagai iblis yang berusaha menjatuhkan ke dalam dosa, terutama dosa sombong. Kita harus ingat Lucifer awalnya adalah malaikat Allah, artinya, dia mengerti bagaimana seharusnya manusia menyembah dan melayani Allah.

Dia juga mengerti apa kehendak Allah dalam kehidupan manusia, apalagi Lucifer dikenal memiliki banyak hikmat. Lucifer pun mampu membolak-balikkan segalanya, dia merupakan entitas yang sangat bisa melakukan hal berlawanan dengan kehendak Allah.

Maka dari itu kita harus berhati-hati supaya tidak jatuh dalam kesombongan. Berhati-hatilah terhadap godaan iblis Lucifer, jangan sampai kita menjadi Lucifer-lucifer kecil yang menghancurkan bumi.

Akhir Kata

Itu saja beberapa ulasan singkat dari kami mengenai asal-usul sejarah lucifer. Semoga dengan adanya kisah asal-usul Lucifer, bisa membuat kita mendapatkan pelajaran rohani baru sekaligus dapat memperbaiki diri lebih baik lagi ke depannya.

Baca: